Rasanya yang terasa pahit, membuat banyak orang menghindari konsumsi jamu. Namun keengganan orang meminum jamu karena rasa tersebut, ditangkap sebagai peluang bisnis untuk membuat produk 'jamu rasa kopi'.
Meski sekilas terlihat aneh, nyatanya produk jamu dengan merk Pusaka ini cukup laris di pasaran. Suci, sang pemilik, mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 40 juta dalam sebulan dari berjualan jamu rasa kopi tersebut.
Suci yang sebelumnya bekerja sebagai agen properti ini bercerita, dirinya ingin membantu suaminya yang merupakan seorang terapist. Pada beberapa pasiennya, suaminya memberikan jamu herbal kepada para pasiennya untuk 'rawat jalan'.
"Suami saya kebetulan terapist. Banyak sembuhin orang dengan jamu, makanya saya lihat ini sebagai peluang pasar. Bagaimana kalau herbal yang biasanya dikasih terapist saya ganti dengan kopi yang aroma dan rasanya enak, jadi orang enak kalau minum jamu," ucap Suci.
Dengan mengandalkan pasokan kopi jenis arabica dari petani Jember, Suci memulai usaha membuat jamu rasa kopi dengan bantuan racikan bahan dari suaminya. Rupanya, tak hanya menyukai rasanya, banyak pasien suaminya merasa jamu rasa kopi tersebut sangat manjur untuk penyembuhan beberapa penyakit.
Saat ini, dirinya memiliki 2 produk yakni Pusaka Coffee yang dijualnya seharga Rp 72.000, dan Pusaka Green Coffee seharga Rp 65.000 yang masing-masing berisi 15 sachet. Jamu rasa kopi tersebut sendiri untuk obat panas, imunitas, penyubur rahim, hingga vitalitas.