Header ADS

ads header

Thursday, October 26, 2017

LANGKAH JITU MENGHASILKAN UANG DARI HOBI

0

Anda pasti sudah sering mendengar atau membaca kisah sukses seseorang yang berhasil membangun bisnis dari hobi yang ditekuni. Perpaduan antara hobi atau kesenangan dan produktivitas finansial boleh dibilang adalah perpaduan terbaik. Betapa tidak? Kegiatan menyenangkan yang juga mampu menghasilkan penghasilan cukup lumayan.
Banyak contohnya disekitar kita. Ada yang hobi bernyanyi dan berhasil menjadi penyanyi kenamaan serta berpenghasilan besar, ada pula yang hobi mengoleksi batu mulia dan akhirnya menjadikannya bisnis yang menguntungkan, serta lain sebagainya.
Namub pada kenyataannya, tidak semua orang mampu menjadikan hobi sebagai penghasilan yang menguntungkan. Bahkan tidak sedikit orang yang akhirnya hanya melakukan hobi, sebab tidak mampu mengubahnya menjadi bisnis yang produktif secara finansial.
Nah, bila Anda ingin menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan yang memadai, simak 6 langkah sukses ini:
1. Pahamilah Hobi Anda
Yang pertama tentu memperjelas, apa hobi Anda sebenarnya? Ketahui terlebih dulu apa hobi, passion, dan visi Anda. Lalu, mulailah mengeksplorasi dari sana. Apakah hobi tersebut memiliki potensial menghasilkan uang?
Bila tidak, ya, tidak perlu memaksakan diri memiliki hobi lain yang sebenarnya kurang Anda minati. Sebaliknya, bila ternyata hobi Anda berpotensi menjadi bisnis, maka fokuslah untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan bisnis.
Misalkan, Anda senang wisata kuliner tapi Anda tidak senang memasak. Anda sekadar senang makan makanan enak dan mengapresiasi karya kuliner seseorang. Beberapa celah produktivitas finansial dari hobi berwisata kuliner antara lain, Anda bisa menjadi foodblogger atau food photographer. Duit bisa lahir dari blog yang sukses. Food photography sejauh ini juga semakin banyak dibutuhkan dengan tawaran fee servis menarik. Misalnya seorang food fotographer bisa mengantongi fee di atas Rp 5 juta hingga puluhan juta rupiah per proyek.
2. Cari Peluang Pasar
Setelah Anda mengetahui bila hobi sejati Anda memiliki potensi bisnis, mulailah serius menginvestigasi peluang pasar dari sana. Apakah memang ada potensi permintaan dari produk atau jasa yang terlahir dari hobi Anda? Sebagai contoh, Anda senang merajut. Bila memang Anda hendak menjadikannya sebagai bisnis yang serius, selidikilah terlebih dulu apakah memang ada potensi penjualan. Juga, bagaimana kondisi pasar produk rajutan saat ini.
3. Fokuslah Pada Produk
Dengan menyelidiki peluang pasar, Anda juga bisa terbantu untuk fokus perihal produk atau jasa yang hendak Anda tawarkan. Misalnya, Anda hobi merajut dan berdasarkan penyelidikan, pasar produk rajutan cukup terbuka akan tetapi pemain sudah mulai banyak. Nah, Anda bisa tetap mencoba mengembangkan usaha rajutan ini dengan membangun diferensiasi produk. Sebagai contoh, Anda mengambil spesialisasi pasar produk rajutan untuk home decor seperti untuk sarung bantal, selimut, taplak meja, hiasan dinding, dan lain sebagainya.
Tulislah produk yang akan Anda tawarkan ke pasar. Inilah yang menjadi deskripsi usaha Anda selanjutnya. Fokus pada produk yang hendak Anda tawarkan ke pasar ini sangat penting, karena akan memudahkan Anda menyusun strategi terbaik bagi bisnis.
Gambarannya seperti ini, sebagai contoh Anda memutuskan berbisnis rajutan khusus untuk home decor seperti selimut, sarung bantal, dan semacamnya. Target pasar Anda adalah pasangan baru menikah, berusia muda dan memiliki penghasilan menengah. Dengan fokus seperti itu, Anda bisa menyusun dengan detail produksi barang rajutan seperti apa yang digemari oleh target pasar, kanal pemasaran apa yang paling efektif dan strategi harga yang tepat.
Sebaliknya, tanpa fokus target pasar, Anda akan sulit membayangkan akan seperti apa produk yang ingin diciptakan. Bahkan susah membuat strategi pemasarannya.
4. Buat Strategi Operasional Dan Pemasaran
Selanjutnya, setelah Anda sudah memutuskan produk apa yang akan ditawarkan, mulailah juga menyusun rencana operasional pemasaran. Anda harus bisa menjawab: Dengan cara apa produk yang Anda produksi tersebut akan dijual? Apakah Anda menawarkannya ke lingkungan dekat, langsung mencoba peruntungan di marketplace e-commerce atau sekadar memanfaatkan media sosial?
Pikirkan juga rencana pemasaran produk. Termasuk di sini adalah strategi menarik konsumen agar tertarik membeli produk Anda. Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai etalase atau memasarkan melalui komunitas-komunitas yang potensial menjadi konsumen.
5. Atur Keuangan Usaha
Agar hobi Anda tidak terhenti sebagai hobi semata, mau tidak mau perlu keseriusan dalam memulainya. Tanda keseriusan tersebut antara lain, Anda perlu menyusun keuangan usaha. Antara lain, berapa modal yang Anda siapkan untuk memulai bisnis ini, berapa biaya pemasaran yang dibutuhkan, berapa biaya produksi untuk satu barang, hingga berapa profit atau keuntungan yang Anda targetkan.
6. Bersikaplah Profesional
Kendati bisnis yang Anda rintis bermula dari hobi, biasakanlah berlaku profesional. Anda perlu membedakan kapan saatnya bertindak sebagai pebisnis dan kapan sekadar menjalankan hobi. Di sinilah letak penting perencanaan dan strategi bisnis. Ketika sudah ada target khusus yang perlu Anda capai, bersikap profesional bisa lebih mudah.
Misalnya, ketika ada kolega atau kerabat yang meminta produk atau jasa Anda secara gratis, Anda bisa menghadapinya dengan lebih elegan. Jelaskan bahwa apa yang Anda kerjakan saat ini adalah bisnis, tidak murni sebagai hobi. Anda bisa mengambil jalan tengah dengan memberikan promo spesial bagi kerabat dekat.
Nah, apakah Anda sudah tertarik mengubah hobi menjadi penghasilan? Terapkan 6 langkah itu sebagai langkah awal. Semoga hobi Anda bisa terwujud menjadi bisnis UKM yang sukses! #hobimenjadibisnis
Author Image
AboutMaman Condet

Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

No comments:

Post a Comment